mizcawaii: cantik itu indah

ana here

hi ! nama aku rosliana rusli tapi orang panggil aku cik na , ana , @ ros hahaha banyak sangat nama samaran aku kan. I <3 MY BELOG .. yeayy !!! aku suka membaca , menulis , berbelog & etc *______^"

KliK - KliK

SauDara-SaudaRi

Top 10 Members

22 April 2011

"TA'ARUF SYAR'I, SOLUSI PENGGANTI PACARAN....^_^" (Bag. I)

Istilah Pacaran yach
tentunya tak asing lagi dari
kita, bahkan Penomena
seperti menjadi ikutan.
Padahal Pacaran itu adalah
bukan Syari'at dalam Islam
adanya. Pacaran adalah
budaya dan peradaban
jahiliah yang dilestarikan
oleh orang-orang kafir
negeri Barat dan lainnya,
kemudian diikuti oleh
sebagian umat Islam
(kecuali orang-orang yang
dijaga oleh Allah
Subhanahu wa Ta ’ala),
dengan dalih mengikuti
perkembangan jaman dan
sebagai cara untuk mencari
dan memilih pasangan
hidup. Syariat Islam yang
agung ini datang dari Rabb
semesta alam Yang Maha
Mengetahui dan Maha
Bijaksana, dengan tujuan
untuk membimbing
manusia meraih maslahat-
maslahat kehidupan dan
menjauhkan mereka dari
mafsadah-mafsadah yang
akan merusak dan
menghancurkan kehidupan
mereka sendiri.
Ikhtilath (campur baur
antara lelaki dan wanita
yang bukan mahram),
pergaulan bebas, dan
pacaran adalah fitnah
(cobaan) dan mafsadah
bagi umat manusia secara
umum, dan umat Islam
secara khusus, maka
perkara tersebut tidak bisa
ditolerir. Bukankah
kehancuran Bani Israil –
bangsa yang terlaknat–
berawal dari fitnah
(godaan) wanita? Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
berfirman:
“Telah terlaknat orang-
orang kafir dari kalangan
Bani Israil melalui lisan Nabi
Dawud dan Nabi ‘Isa bin
Maryam. Hal itu
dikarenakan mereka
bermaksiat dan melampaui
batas. Adalah mereka tidak
saling melarang dari
kemungkaran yang mereka
lakukan. Sangatlah jelek
apa yang mereka
lakukan. ” (QS. Al-Ma`idah:
79-78).
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam
bersabda:
“Sesungguhnya dunia itu
manis dan hijau (indah
memesona), dan Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
menjadikan kalian sebagai
khalifah (penghuni) di
atasnya, kemudian Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
memerhatikan amalan
kalian. Maka berhati-hatilah
kalian terhadap dunia dan
wanita, karena
sesungguhnya awal fitnah
(kehancuran) Bani Israil
dari kaum wanita.” (HR.
Muslim, dari Abu Sa’id Al-
Khudri radhiyallahu
‘ anhu).
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam juga
memperingatkan umatnya
untuk berhati-hati dari
fitnah wanita, dengan
sabda beliau:
“Tidaklah aku
meninggalkan fitnah
sepeninggalku yang lebih
berbahaya terhadap kaum
lelaki dari fitnah (godaan)
wanita. ” (Muttafaqun
‘alaih, dari Usamah bin
Zaid radhiyallahu
‘ anhuma).
Maka, Pacaran berarti
menjerumuskan diri dalam
fitnah yang
menghancurkan dan
menghinakan, padahal
semestinya setiap orang
memelihara dan
menjauhkan diri darinya.
Hal itu karena dalam
pacaran terdapat berbagai
kemungkaran dan
pelanggaran syariat
sebagai berikut:
1]. Ikhtilath, yaitu
bercampur baur antara
lelaki dan wanita yang
bukan mahram. Padahal
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam
menjauhkan umatnya dari
ikhtilath, sekalipun dalam
pelaksanaan shalat. Kaum
wanita yang hadir pada
shalat berjamaah di Masjid
Nabawi ditempatkan di
bagian belakang masjid.
Dan seusai shalat,
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam berdiam
sejenak, tidak bergeser
dari tempatnya agar kaum
lelaki tetap di tempat dan
tidak beranjak
meninggalkan masjid,
untuk memberi
kesempatan jamaah wanita
meninggalkan masjid
terlebih dahulu sehingga
tidak berpapasan dengan
jamaah lelaki. Hal ini
ditunjukkan oleh hadits
Ummu Salamah
radhiyallahu ‘anha dalam
Shahih Al-Bukhari. Begitu
pula pada hari Ied, kaum
wanita disunnahkan untuk
keluar ke mushalla (tanah
lapang) menghadiri shalat
Ied, namun mereka
ditempatkan di mushalla
bagian belakang, jauh dari
shaf kaum lelaki. Sehingga
ketika Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam usai menyampaikan
khutbah, beliau perlu
mendatangi shaf mereka
untuk memberikan
khutbah khusus karena
mereka tidak mendengar
khutbah tersebut. Hal ini
ditunjukkan oleh hadits
Jabir radhiyallahu ‘anhu
dalam Shahih
Muslim.Bahkan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“Sebaik-baik shaf lelaki
adalah shaf terdepan dan
sejelek-jeleknya adalah
shaf terakhir. Dan sebaik-
baik shaf wanita adalah
shaf terakhir, dan sejelek-
jeleknya adalah shaf
terdepan.” (HR. Muslim
dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu)
Asy-Syaikh Ibnu
‘ Utsaimin rahimahullah
berkata: “Hal itu
dikarenakan dekatnya shaf
terdepan wanita dari shaf
terakhir lelaki sehingga
merupakan shaf terjelek,
dan jauhnya shaf terakhir
wanita dari shaf terdepan
lelaki sehingga merupakan
shaf terbaik. Apabila pada
ibadah shalat yang
disyariatkan secara
berjamaah, maka
bagaimana kiranya jika di
luar ibadah? Kita
mengetahui bersama,
dalam keadaan dan
suasana ibadah tentunya
seseorang lebih jauh dari
perkara-perkara yang
berhubungan dengan
syahwat. Maka bagaimana
sekiranya ikhtilath itu
terjadi di luar ibadah?
Sedangkan setan bergerak
dalam tubuh Bani Adam
begitu cepatnya mengikuti
peredaran darah .
Bukankah sangat
ditakutkan terjadinya
fitnah dan kerusakan besar
karenanya ?” (Lihat
Fatawa An-Nazhar wal
Khalwah wal Ikhtilath, hal.
45).
Subhanallah. Padahal
wanita para shahabat
keluar menghadiri shalat
dalam keadaan berhijab
syar ’i dengan menutup
seluruh tubuhnya –karena
seluruh tubuh wanita
adalah aurat – sesuai
perintah Allah Subhanahu
wa Ta ’ala dalam surat Al-
Ahzab ayat 59 dan An-Nur
ayat 31, tanpa melakukan
tabarruj karena Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
melarang mereka
melakukan hal itu dalam
surat Al-Ahzab ayat 33,
juga tanpa memakai
wewangian berdasarkan
larangan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dalam hadits Abu
Hurairah yang
diriwayatkan Ahmad, Abu
Dawud, dan yang lainnya :
“Hendaklah mereka
keluar tanpa memakai
wewangian. ”Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga melarang siapa
saja dari mereka yang
berbau harum karena
terkena bakhur untuk
untuk hadir shalat
berjamaah sebagaimana
dalam Shahih Muslim dari
Abu Hurairah radhiyallahu
‘ anhu.Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman
dalam surat Al-Ahzab ayat
53:
“Dan jika kalian (para
shahabat) meminta suatu
hajat (kebutuhan) kepada
mereka (istri-istri
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam) maka
mintalah dari balik hijab.
Hal itu lebih bersih (suci)
bagi kalbu kalian dan kalbu
mereka. ”

No comments:

There was an error in this gadget
Come Come N See. .. .
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa Berlalu