mizcawaii: cantik itu indah

ana here

hi ! nama aku rosliana rusli tapi orang panggil aku cik na , ana , @ ros hahaha banyak sangat nama samaran aku kan. I <3 MY BELOG .. yeayy !!! aku suka membaca , menulis , berbelog & etc *______^"

KliK - KliK

SauDara-SaudaRi

Top 10 Members

26 April 2011

KENAPA HARUS SUJUD & HADAP KIBLAT

FREE download E-Book, Software komputer & Handphone, ceramah, video & Lainnya di WWW.ISLAMTERBUKTIBENAR.NET
Jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanya menyampaikan saja !!! Jelas tertulis berulang kali dalam Qur’an. Tidak pernah ada ayat menyuruh kita: Jika mereka berpaling, maka bunuhlah mereka… Atau… Jika mereka berpaling, hajarlah mereka, rampaslah hartanya..
Saat Umar bin Khatab hendak umrah, Rasulullah Muhammad SAW berpesan: “Jangan lupakan kami dalam doamu wahai saudaraku!”

Hingga Umar pun berkata: “Kata-katanya sungguh membuatku amat bahagia, hingga dunia ini seolah-olah menjadi milikku.” HR.Tirmidzi, HR. Abu Dawud 1499, HR. Ahmad 196, HR. Ibnu Majah 2965
(Perhatikan, seorang bangsawan, pemimpin agung dan panglima yang amat perkasa, memanggil salah seorang muridnya dengan panggilan “Wahai saudaraku!”)

Umar lantas berangkat umrah, namun hatinya seakan tertinggal bersama Rasulullah Muhammad SAW dengan gelora cinta dan selaksa rindu padanya.

Kecintaan pun Nampak saat Islam dihina, diperangi, hingga Rasulullah Muhammad SAW terpaksa melawannya di Medan tempur. Lihatlah, apa yang mendorong Anas bin Nadhr r.a. untuk mempersiapkan pedangnya menyongsong perang Uhud? Padahal Sa’ad bin Mu’adz sempat berseru padanya: “Kembalilah engkau wahai Anas!”

Anas bin Nadhr menjawab: “Jangan kau cegah aku wahai Sa’ad! Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia! Aku ingin mendapatkan wanginya surga di pertempuran Uhud.”

Dan Anas pun syahid di medan perang, dan lebih dari delapan puluh tebasan pedang terukir di tubuhnya. HR. Bukhari 3960, HR. Tirmidzi 3322, HR. Ahmad 13367

Bukankah yang dilakukan karena kecintaannya tulus terhadap Allah?
Apa pula yang mendorong Hadzalah Al-Ghusail r.a., ketika meninggalkan istrinya di malam pertama pernikahannya demi menyambut panggilan JIHAD? Padahal dia masih dalam keadaan junub? Hingga ia syahid terbunuh di jalan Allah??? IA LEBIH MENCINTAI ALLAH & RASULNYA DIBANDING MALAM PERTAMA BERSAMA ISTRINYA!!! Ia korbankan jiwa, raga bahkan nyawa satu-satunya sebagai tanda kecintaan kepada Allah dan RasulNYA.

Rasulullah Muhammad SAW berkata di saat kesyahidannya seraya mengangkat mukanya ke langit dan memicingkan mata:

“Demi Dzat yang diriku ada pada kekuasaanNYA, sungguh aku benar-benar melihat malaikat memandikan Handzalah di antara langit dan bumi.” HR. Ibnu Sa’ad, Lihat Kitab Jam’I Al-Ahadits wal Marasil [6537], dan Kitab Al-Fathul Kabir [4538].

Bukankah ia melakukan semua itu karena cinta & memasrahkan jiwa raga hanya pada Allah & Rasul? Demi Allah, pengorbanan tenaga, pikiran, harta, jiwa & raga itu merupakan cinta yang paling agung & paling tinggi derajatnya.

Demikian pula Abdullah Al-Anshari, ayah Jabir. Ia kenakan pakaiannya, lalu memakai wangi-wangian setelah sebelumnya menghancurkan sarung pedangnya, lalu ia berangkat ke medan perang seraya memanjatkan doa.
Abdullah pergi ke medan perang, dan ia syahid disana. Jabir, anaknya, menangisi kematiannya, dan tangis itu berhenti saat Rasulullah Muhammad SAW berkata padanya:

Janganlah kau tangisi ayahmu , sungguh, Malaikat tak henti-hentinya menaungi ayahmu dengan sayapnya, sampai ia diangkat ke langit.” HR. Bukhari 3991, HR. Muslim 6307 & 6308.

Rasulullah Muhammad SAW juga menyebutkan tentang kedudukan Abdullah: “Tidaklah Allah berbicara dengan seorang pun kecuali selalu dari balik tabir. Namun ketika kelak Allah menghidupkan ayahmu, Dia berbicara kepadanya dengan secara langsung tanpa halang. Allah akan berkata padanya: Mintalah kepada-KU, niscaya engkau akan kabulkan.”

Abdullah pun berkata: “Ya Rabb, hidupkan aku kembali, agar terbunuh di jalan-MU untuk yang kedua kalinya .” Namu Allah Azza wa Jalla menjawabnya: “Telah kuputuskan sejak dahulu, semua orang tak kan dikembalikan.” HR. Tirmidzi 3105, Ibnu Majah 194, Ibnu Hibban 6908, serta lihat pula dalam “Al-Misykat” 6246.

No comments:

There was an error in this gadget
Come Come N See. .. .
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Masa Berlalu